Monday, May 28, 2012

Riwayat Hidup Konghucu Dan Kitab Suci Agama Khonghucu


Dosen Pembimbing: Dra. Siti Nadroh, MA

Riwayat Hidup Konghucu Dan Kitab Suci Agama Khonghucu
I. Pandangan Hidup Bangsa Tiongkok Kuna
Untuk mengetahui bagaimana pandangan hidup bangsa Tiongkok kuna pada masa itu, dapat diketahui melaui gambaran yang dikemukakan oleh seorang sarjana Tiongkok bernama Dr. Lin Yu Tang yang menyatakan bahwa “Budi” itu adalah kekuatan yang mencari keselarasan dengan dunia sekitarnya yaitu suatu sikap kejiwaan yang terpuji dalam keseluruhan bentuk hidup yang luas sesuai dengan hukum dunia yang paling tinggi yakni hukum Tao. Lidah manusia tidak mampu merumuskan dengan kata – kata apapun juga tentang Tao itu. Sikap kejiwaan yang demikian itu dapat membuka diri pribadi mereka. Tiongkok mempunyai tiga macam agama, ketiganya merupakan satu agama. Ketiga agama tersebut adalah Kunfucianisme, Taoisme dan Budhisme.
2.  Riwayat Hidup Khonghucu
a.    Masa Kecil dan Masa Muda Khonghucu
Khonghucu (Confusius) lahir d kota Tsou, di negeri Lu. Leluhurnya adalah K’ung Fangshu (yang merupakan generasi kesembilan dari raja muda negeri Sung dan generasi keempat sebelum Khonghucu). Fangshu adalah ayah Pohsia, dan Pohsia adalah ayah Siok- Liang Hut. Hut adalah ayah Khonghucu, istrinya berasal dari seorang wanita dari keluarga Yen. Murid – murid Khonghucu pada masa itu menyebutnya Khonghucu atau Khongcu yang berarti “guru Khong”. Sarjana – sarjana barat menyebutnya Konfucius.
Sewaktu Khonghucu berusia tiga tahun, bapanya meninggal dunia dan dimakamkan di Fangshan, yang terletak di bagian paling timur Negeri Lo (di Shantung). iapun diasuh dan dibesarkan oleh ibunya. Guru guru yang mengajarnya sangat memujikan kecerdasan Khonghucu. Sewaktu sudah dewasa, kecerdasan dan kebijaksanaanya menjadi buah tutur dalam distrik kediamannya itu. Banyak orang datang menjumpainya untuk bertukar pikiran maupun bertanyakan sesuatu hal.
Ketika Khonghucu berusia empat tahun, ia bermain dengan teman – teman sebayanya. Dalam bermain, ia senang memimpin teman – temannya dalam nmenirukan orang – orang dewasa melakukan upacara sembahyang. Pada ibunya, ia pernah meminta alat – alat sembahyang tiruan yang disebut dengan Cao dan Too.  Alat – alat tersebut ia letakkan di atas meja, kemudian ia memimpin teman – temannya untuk melakukan sembahyang. Kedua alat tersebut selalu digunakan orang Cina dalam melakukan sembahyang. Ini menunjukkan bahwa sejakkecil Khonghucu telah memperlihatkan sifat – sifat yang mulia, yaitu sangat menghargai dan menghormati para leluhurnya.
Pada usia tujuh tahun Khonghucu secara formal bersekolah di perguruan Yan Ping Tiong yan Ping Tiong adalah orang yamg kemudian terkenal sebagai Perdana Menteri Negari Cee. Di sekolah, Khonghucu dan teman – temannya diajari cara menyiram, membersihkan lantai, Tanya jawab, budi pekerti, music, naik kuda, memanah, bahasa, dan berhitung. Pendidikan formal Khonghucu hanya berlangsung selama tujuh tahun dan setelah itu ( pada saat usianya 15 tahun) ia terpaksa menuntut ilmu di luar sekolah. Oleh sebab itu, pada usianya 17 tahun ia terpaksa meninggalkan sekolah untuk bekerja demi meringankan pekerjaan ibunya.
Pada usia 19 tahun, Khnghucu menikah dengan seorang gadis dari keluarga Kian- Kwan dari negeri Song. Acara pernikahan hanya dilakukan secara sederhana dan tidak terlalu mencolok seperti yang dilakukan orang orang pada saat itu. Dari pernikahan tersebut, ia mendapatkan seorang anak laki – laki yang diberi nama Li atau Pik Gi. Li berarti Ikan Gurami, sedangkan Pik Gi adlah putra pertama yang bernama ikan. Pik Gi tampaknya tidak secemerlang ayahnya, namun anaknya (cucu Khonghucu) yang bernama Cu su berhasil meneruskan ajaran kakeknya (Khonghucu) dengan membukukan kitab Tiong Yong (tengah sempurna).
Ketika Khonghucu berusia 20 tahun, ia bekerja pada keluarga bangsawan besar Kwi-sun. hal ini ia lakukan untuk membiayai kehidupan rumah tangganya.
Di keluarga bangsawan besar Kwi-sun, Khonghucu diberi tugas sebagai kepala dinas pertanian. Meskipun pekerjaan ini kurang sesuai dengan keahlian yang dimilikinya, namun Khonghucu tetap dapat melaksanakan tugas itu sebaik- baiknya.
Dalam mengawasi seluruh pekerjaan pengumpulan hasil bumi keluarga bangsawan besar Kwi-sun, Khonghucu selalu menjaga jangan sampai ada kecurangan dan pemerasan yang dapat merugikan para petani. Karena sikapnya yang ramah ini, ia jadi banyak tahu tentang persoalan yang dihadapi oleh para petani tersebut.
Dalam pengaturan tata buku,ia melakukannya dengan penuh keseksamaan dan tertib. Dengan kebijaksanaanya dalam memimpin, dalam waktu yang tidakbegitu lama ia dapat menertibkan pekerjaan yang dulunya tidak beres dan dapat memberantas praktek – praktek ilegal yang dapat merugikan rakyat banyak.
Keberadaan Khonghucu pada kepala keluarga bangsawan besra Kwi- sun tidak hanya sebagai pemimpin dinas pertanian tapi juga diserahi tugas untuk memimpin dinas peternakan yag sudah cukup lama mempunyai masalah. Penyerahan tugas baru oleh kwi-sun pada Khonghucu ini tentu saja tidak terlepas dari keberhasilannya dalam memimpin dinas pertanian milik keluarga bengsawan besar tersebut. Tugas baru ini ia terima dengan senang hati dan dengan kesungguhan hati pula ia menyelesaikan berbagai masalah yang ada dalam dinas peternakan itu.
Sewaktu ibunya meninggal dunia, iapun berkabung tiga tahun lamanya, menurut adat istiadat Tiongkok. Masa tiga tahun itu dipergunakannya untuk memperdalam pengetahuannya dalam bidang sejarah, sastra dan filsafat. Sehabis masa tiga tahun itu ia tidak balik memegang jabatannya dalam pemerintahan, tapi membuka perguruan.
b.   Karir Sebagai Guru
Nama Khonghucu makin harum dan para pelajar lambat laun makin berduyun dating untuk belajar dari seluruh wilayah Lu, dan juga dari berbagai wilayah di luar Lu. Sewaktu usianya 34 tahun maka para pelajar pada perguruannya itu sudah berjumlah lebih 3.000 orang.
Wazir besar wilayah Lu menganjurkan puteranya supya belajar kepada Khonghucu. Melalui pitra wazir besar itu, maka Khonghucu pada akhirnya berkenalan dengan Duke of Lu hal itu makin menambah harum nama ahli pikir muda itu.
Sekitar 498 SM, Konfusius memutuskan untuk meninggalkan rumahnya di Lu dan memulai perjalanan panjang di seluruh China timur. Ia disertai oleh beberapa orang muridnya (pengikut). Mereka mengembara di seluruh negara timur Wei, Sung, dan Ch'en dan dalam beberapa kali kehidupan mereka terancam. Konfusius hampir dibunuh di Sung.
Konfusius diterima dengan hormat oleh para penguasa negara-negara yang ia kunjungi, dan ia bahkan tampaknya telah menerima pembayaran sesekali. Ia menghabiskan banyak waktunya mengembangkan gagasannya tentang seni pemerintahan, serta melanjutkan ajarannya. Dia memiliki banyak pengikut, dan pemadatan sekolah Konfusianisme mungkin terjadi selama bertahun-tahun. Tidak semua murid-Nya mengikuti Dia dalam perjalanan. Beberapa dari mereka benar-benar kembali ke Lu dan mengambil posisi dengan klan Chi. Ini mungkin telah melalui pengaruh mereka bahwa dalam 484 SM Konfusius diundang kembali ke Lu.
c.    Keberhasilan Khonghucu dalam Memimpin
Khonghucu tidak hanya teguh dalam pendiriannya, menjadi teladan bagi semua orang, jujur, hidup sederhana, memberikan nasehat pada orang lain, dan selalu berada di jalan suci, tapi juga bnerhasil menegakkan program pemerintah, sehingga dalam waktu yang begitu cepat, ia dapat menciptakan masyarkat adil dan makmur. Semua golongan masyarakat memperoleh pekerjaan dan pendidikan yang dapat dirasakan oleh seluruh golongan masyarakat. Untuk itu, dalam waktu yang relative singkat dapat dibangun kesadaran moral yang tinggi, tidak penipuan, pemalsuan, korupsi dan sebagainya. Dengan demikian, wajarlah jika daerah Tiongto yang dipimpin oleh Khonghucu menjadi darah teladan. Dengan kenberhasilannya itu, Khonghucu diangkat menjadi gubernur di daerah Tiongto, Khonghucu tidak bekerja sendiri, ia dibantu oleh para muridnya. Berkat kerja sama ynag baik antara antara pimpinan dengan bawahannya, atau antara guru dengan murid, daerah tersebut menjadi makmur dan berjalan sesuai dengan kaedah – kaedah normal.
Berita tentang keberhasilan Khonghucu dalam memimpin Tiongto tersebar kemana- mana, dan hal ini juga didengar oleh raja muda Lo Ting Kong. Tak lama kemudian tergeraklah hatinya untuk membuktikan kebenaran berita tersebut. Oleh karena itu, pada suatu hari ia menyempatkan diri untuk mengunjungi Khonghuc dsn sekaligus membuktikan kebenaran tersebut, Raja Muda Lo Ting Kong barulah yakin, apa yang ia dengar itu benar – benar terjadi. Setelah melihat keberhasilan itu raja, Raja Muda Lo mengajukan usul kepada Khonghucu agar apa yang ia capai di Tiongto dapat juga disebarkan ke seluruh negeri Lo. Dengan penuh keyakinan Khonghucu berkata, “keberhasilan ini tidak hanya dapat dicapai di seluruh negeri Lo, tapi juga bias diwujudkan ke seluruh dunia.”
Dilihat konteks di atas, Khonghucu tidak hanya sebagai tokoh spiritual yang selalu mempunyai pikiran brilian, tapi juga sebagai negarawan yang dapat mewujudkan negeri yang adil dan makmur, yang ia bangun dengan landasan moral yang dulunya tidak begitu banyak diperhitungkan oleh para penguasa.
Khonghucu adalah seorang yang bermoral dan sangat menjunjung tinggi nilai – nilai moral. Jika ia melihat seseorang yang bertingkah laku tidak sesuai dengan kaedah – kaedah moral, maka ia tidak segan – segan untuk ikut memperbaikinya. Khonghucu sangat prihatin melihat kehidupan orang masa itru, di mana mereka banyak tang senang berfoya – foya, mabuk – mabukan, mengeruk hasil keringat rakyat, dan sebagainya. Oleh karena itu ia merasa terpanggil untuk memperbaikinya.
Khonghucu wafat pada 479 S.M. ajarannya dilanjutkan dan dikembangkan oleh cucunya, Tzu- Szu, serta tokoh – tokoh yang lainnya seperti Meng-tze (372-289 S.M.). setelah Khonghucu meninggal, ajarannya masih dirasakan sampai sekarang, bahkan seluruh dunia mengenalnya, serta mempraktekkan ajarannya.
III. Kitab Suci Agama Konghucu (Ngo King, Su Si dan Hau King)
1. SU SI / Shi Su / Empat Buku.
Adalah Kitab Suci yang langsung bersumber pada Nabi Khongcu hingga Bingcu. Merupakan Kitab Suci yang pokok dalam Ji Kau.
Kitab Suci ini terhimpun dan terbukukan dari Nabi Khongcu oleh para penerusnya. Terdiri dari :
-      KITAB THAI HAK / Da Xue / Kitab Ajaran Besar. Ditulis oleh Cingcu / Zheng Zi atau Cham / Can alias Cu I / Zi Xing, murid Nabi Khongcu dari angkatan muda.
-      KITAB TIONG YONG / Zhong Yong / Kitab Tengah Sempurna. Ditulis oleh Cu Su / Zi Shi alias Khong Khiep, cucu Nabi Khongcu.yang kemudian disusun lagi oleh Zi Hi.Terdiri dari satu Bab utama 32 Bab uraian, 3.568 huruf.Merupakan Kitab Keimanan bagi Umat Ji.
-      KITAB LUN GI / Lun Yu / Kitab Sabda Suci.Merupakan kumpulan perkataan Khonghucu, yang disusun para pengikutnya setelah Konghucu wafat. Kitab ini ada tiga macam, yaitu versi Naskah Kuno, versi Shi’I, dan versi Lu. Yang kebanyakan dipakai sekarang adalah versi Lu. Antara ketiga versi itu berbeda-beda.
-      KITAB BINGCU / Mencius / Kitab Bingcu. Sebagian ditulis Bingcu sendiri, sebagian merupakan catatan Ban Ciang / Wan Zhang dan Khongsun Thio / Gong Sunchou, murid-muridnya.Terdiri dari 7 Bab, masing-masing A dan B, 35.377 huruf.
2. NGO KING (Lima Kitab)
-      SIE KING / SHI JING / KITAB SAJAK
kitab ini terdiri dari 39.222 huruf yang berisikan kumpulan sajak ata nyanyian yang bersifat lagu rakyat yang berasal dari berbagai negeri, sajak ini dibagi ke dalam empat bagian nyanyian untuk upacara istana dan nyanyian untuk mengiringi uapacara ibadah, yaitu:Kok Hong ( Nyanyian Rakyat ), Siau Nge ( Pujian kecil ), Tai Nge (pujian besar), dan Siong ( Pemujaan / Puja ).  Setelah terjadi pembakaran Kitab-Kitab oleh Chien Sie Ong / Chin Shi Huang, para cedekia di Jaman Dinasti Han mengumpulkan sajak-sajak yang tercecer. Ada beberapa macam Kitab Sajak yang berhasil dihimpun oleh mereka. Yaitu:
1. Lo Sie / Lu Shi, Sie King dari Negeri Lo.
Susunan Sien Pwee atau Sien Kong / Shen Gong pada Jaman Han Bu Tee ( 140-87 SM ). Sien Pwee memperolehnya dari Hau Kiu Poo ( Negeri Cee ), guru Khong An Kok / Kong An Guo, keturunan Nabi Khongcu, tokoh aliran kuno.
2. Cee Sie / Qi Shi, Sie King dari Negeri Cee.
Susunan Wan Gong / Yan Gong, pada jaman Han King Tee ( 156-141 SM ), hidup sampai jaman Han Bu Tee dalam usia lebih dari 90 tahun. Murid terkenal Heho Sicong.
3. Han Sie / Han Shi, Sie King dari Negeri Han.
Disusun oleh Han Ing / Han Ying, orang Negeri Yan pada jaman Han Bu Tee ( 179-157 SM).
4. Mo Sie / Mau Shi, Sie King orang Negeri Mo.
Disusun oleh Mo Hing / Mau Heng, orang negeri Lo. Dilanjutkan oleh Mo Tiang / Mau Chang. Inilah Sie King yang terkenal sampai sekarang. Disamping lestari, juga dipercaya keasliannya. Sam Jie King Cu Kai Pwee Yau – Kitab Tiga Huruf – menyebut versi ini..
-      SU KING / Shu Jing / Kitab Hikayat
kitab ini berisikan teks – teks dokumentasi sabda, peraturan, nasehat, maklumat para Nabidan raja – raja suci purba. Kitab yang tertua ber sal dari zaman sekitar abad ke-23 S.M. dan yang terakhir berasal dari zaman pertangahan dinasti Ciu, sekitar abad ke-6 S.M. Su King terdiri dari 25.700 huruf, tersisa 58 Bab. Terdiri dari 4 Buku 6 Jilid, yaitu :
1. Gi su, 2. He Su, 3. Siang Su, 4. Ciu Su;
-  YA KING / Yi Jing / I Ching / Kitab Perubahan.
Li Chi / buku tentang upacara – upacara.
Yeo / Buku tentang Musik
Chu’un Ch’ii / Sejarah Musim Semi dan Musim Rontok
3. HAUW KING / Xiao Jing / Kitab Bakti.
Ditulis oleh Cingcu, murid Nabi Khongcu yang terdiri dari 18 Bab. Berisi percakapan Nabi Khongcu dengan Cingcu. Merupakan Ajaran tentang Berbakti dan Memuliakan Hubungan.
1.    Keluarga Khonghucu
Khonghucu adalah putra bungsu Shu Liang He. Ia mempunyai 9 kakak perempuan dan seorang kakak laki-laki yang cacat kaki bernama Meng-bi. Ibunya bernama Yan Zheng Zai. Ia lahir pada tanggal 27 Ba Yue (bulan 8) 551 Sebelum Masehi di negeri Lu, Kota Zou Yi, Desa Chang Ping di lembah Kong Song (kini jazirah Shandong kota Qu Fu). Nama kecilnya adalah Qiu yang berarti bukit alias Zong Ni artinya Putera kedua dari bukit Ni, beliau menikah dengan puteri Negeri Song yang bermarga Jian Guan. Dari pernikahan ini mendapat seorang putera yang diberi nama Li yang berarti ikan gurami alias Bo Yu. Diberi nama demikian karena pada kelahiran puteranya beliau telah diantari ikan gurami oleh Raja Muda Negeri Lu yang panggilannnya Lu Zhao Gong. Selain Li, Khonghucu masih mempunyai dua orang puteri yang seorang menjadi isteri Gong Ye Chang, murid beliau.
2.    Perjalan Tahun Khonghucu :
Usia 3 tahun ayah beliau Shu Liang He wafat.
 Usia 6 tahun telah menunjukkan sifat-sifat kenabiannya; dalam bermain senang mengajak dan memimpin kawan-kawannya menirukan orang melakukan ibadah dan sembahyang.
Usia 15 tahun beliau telah memiliki semangat belajar yang luar biasa.
Usia 19 tahun menikah dengan seorang gadis dari marga Jian Guan dari Negeri Song.
 Usia 20 tahun diangkat menjadi Menteri lumbung oleh Keluarga Besar Ji.
 Usia 21 tahun dikaruniai seorang putera yang diberi nama Li alias Bo Yu.Beliau memiliki 1 orang anak perempuan bernama Kong Rao dan seorang anak laki-laki bernama Kong Li.
Usia 24 tahun, ibu beliau wafat. Ia berkabung selama 3 tahun. Jenazah kedua orang tuanya dimakamkan di gunung Fang Shan. Setelah selesai masa berkabung beliau sudah banyak menerima murid.
Usia 29 tahun beliau belajar musik kepada Shi Xiang, seorang guru musik termasyur.
 Usia 30 tahun disertai dua orang muridnya; Nan-Gong Jing-Shu dan Meng Yi Zi (keduanya putera bangsawan besar keluarga Meng, yakni Meng-xi Zi. Ia berkunjung ke ibukota Negeri Zhou, disana beliau bertemu dengan penjaga perpustakaan kerajaan bernama Lao Dan dan guru musik bernama Chang Hong.
Usia 35 tahun beliau pergi ke negeri Qi karena negeri Lu terjadi kekalutan dan Raja mudanya Lu Zhao Gong lari ke negeri Qi. Waktu itu negeri Qi diperintah oleh Raja Muda Qi Jing Gong dengan Perdana Menterinya Yang Ying atau Yan ping Zhong yang terkenal pandai.
Usia 36 tahun beliau kembali ke negeri Lu dan meneruskan mendidik murid-muridnya.
Usia 51 tahun sampai 55 tahun beliau aktif dalam pemerintahan yang waktu itu Raja Mudanya ialah Lu Ding Gong. Ia pernah menjabat sebagai Walikota Zhong Dou dan Menteri Pekerjaan Umum. Jabatan yang tertinggi dan terakhir adalah sebagai Perdana Menteri merangkap Menteri Kehakiman (Da Si Kou).
Usia 56 tahun pada hari Dong Zhi meninggalkan negeri Lu dan mulai pengembaraannya ke berbagai negeri sebagai Tian Zhi Mu Duo (Genta Rohani Tuhan). Tian (Tuhan Yang Maha Esa) telah mengutusNya sebagai Nabi Segala Masa, Yang Lengkap, Besar dan Sempurna (Ji Da Cheng). Ia mengembara lebih kurang 13 tahun.
Tahun 483 SM Li atau Bo Yu, putera beliau meninggal dunia
Tahun 482 SM Yan Hui, murid yang termaju dan diharapkan menjadi penerus beliau meninggal dunia.
Tahun 481 SM salah seorang pegawai Keluarga Besar Ji Kang Zi telah membunuh Qi Lin dalam perburuan Raja Muda Lu Ai Gong.
Akhir tahun 480 SM Zi Lu atau Zhong Yu (murid beliau yang gagah berani penuh kejujuran) gugur di Negeri Wei karena di sana terjadi pemberontakan.
Tanggal 18 Erl Yue (bulan dua) Khonghucu wafat.
 Para Raja Muda Lu yang memerintah selama masa hidup Khonghucu ialah: Lu Xiang Gong, Lu Zhao Gong, Lu Ding Gong dan terakhir Lu Ai Gong.
3.    Pelajaran yang didapat adalah :
1.    Bahwa orang benar dan jujur itu selalu tersingkirkan, atau lebih tepatnya lagi dengan sengaja disingkirkan, pada awalnya. Walaupun, akhirnya ada yang bakal menyadari dan menyesali kenapa dia disingkirkan, itu biasanya sudah sangat terlambat dan si yang penyingkir itu sudah terlalu malu untuk meminta maaf.
2. Bahwa seorang pemimpin dan guru yang baik dan bijak itu selalu punya pengikut-pengikut dan murid-murid setia yang rela berkorban jiwa dan raga bahkan ketika si pimpinan sedang susah sekalipun, dan tanpa dibayar.
3. Bahwa pemimpin dan guru itu juga manusia, yang kadang-kadang bisa lupa atau salah. Dan tidak marah, tapi justru merasa senang dan tidak merasa digurui, ketika dingatkan oleh muridnya.
4. Bahwa sehebat apapun seorang pemimpin, merasa sedih akibat kematian dan kehilangan adalah hal yang sangat manusiawi dan tidak dapat dihindari.
5. Bahwa setiap pemimpin yang kharismatik selalu punya “pengemar”nya masing-masing.
6. Bahwa pemimpin yang hebat itu belum tentu pemimpin yang baik, tetapi pemimpin yang baik sudah pasti pemimpin yang hebat.

Ditulis oleh: Nopridayana PAb

No comments: